Selasa, 13 Desember 2011

laporan PENGAMBILAN SAMPEL TANAH

I. JUDUL
PENGAMBILAN SAMPEL TANAH

II.TUJUAN



III. TEMPAT DAN WAKTU
Hari : Jum’at
Tanggal: 08 Oktober 2010
Jam : 08.00 – 09.40 WIB
Tempat: Dilahan Belakang dan Laboratorium Ilmu Tanah.

IV. ALAT DAN BAHAN

Alat:
-Ring
-Karet Gelang
-Tutup Galon
-Pisau Karter
-Bor
-Cangkul
-Plastik
-Nampan
-Ayakkan
-Cawan
-Oven
-Timbangan

Bahan: Tanah


V. PRINSIP TEORI

Pengambilan contoh tanah sangat mempengaruhi tingkat kebenaran hasil analisa di laboratorium. Metode atau cara pengambilan contoh tanah yang tepat sesuai dengan jenis analisis yang akan dilakukan merupakan persyaratan yang perlu diperhatikan.

PENGAMBILAN CONTOH TANAH UNTUK ANALISIS FISIK

Untuk analisis fisik tanah diperlukan tiga macam contoh tanah, yaitu :
1. Contoh tanah utuh untuk penetapan-penetapan kerapatan limbak, susunan pori tanah, pH dan permeabilitas.
2. Contoh tanah dengan agregat utuh untuk penetapan kemantapan agregat dan Nilai Cole.
3. Contoh tanah biasa atau contoh tanah terganggu untuk penetapan-penetapan kadar air, tekstur dan konsistensi.

Pengangkutan contoh tanah terutama untuk penetapan kerapatan limbak, pH dan permeabilitas harus hati-hati. Guncangan-guncangan yang dapat merusak struktur tanah harus dihindarkan. Dianjurkan untuk menggunakan peti khusus yang besarnya disesuaikan dengan ukuran dan jumlah tabung.

Waktu penyimpanan perlu diperhatikan. Contoh tanah yang terlalu lama dalam ruang yang panas akan mengalami perubahan, karena terjadi pengerutan dan aktivitas jasad mikro. Sebaliknya contoh tanah disimpan dalam ruangan yang lembab (kelembaban relatif kurang lebih 90 % dan suhu kurabg lebih 18 % dengan variasi cukup kecil.



VI. CARA KERJA

Sampel Tanah (Ring) Utuh :
-Bersihkan permukaan atas tanah
-Masukan Ring ke dalam tanah sampai permukaan Ring tertutup oleh tanah
-Ambil kembali Ring yang ada dalam tanah dengan cangkul tanah disekitar Ring
-Setelah selesai ratakan permukaan atas dan bawah Ring dengan pisau karter
-Tutup permukaan atas dan bawah Ring dengan tutup galon.

Sampel tanah Tergangu :
-Ambil tanah 5 kg dengan menggunakan Bor dengan kedalaman 30 cm,masukan ke dalam plastik.
-Masuk tanah yang dalam plastik ke dalam nampan,kemudian dikering anginkan selama 1 minggu.
-Setelah kering tumbuk tanah tersebut lalu di ayak.
-Ambil 10 gr tanah yang sudag diayak dan masukan ke dalam cawan (Berat cawan ditimbang terlebih dahulu).
-Timbang tanah berserta cawan
-Ovenkan tanah selama ± 1 x 24 Jam lalu ditimbang kembali.

VII. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengambilan contoh tanah juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kebenaran hasil analisis sifat fisik dan sifat kimia tanah. Ada tiga cara pengambilan contoh tanah yaitu :
1) Contoh tanah utuh (undisturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan berat jenis tanah, berat jenis partikel, porositas tanah, kurva pf, dan permeabilitas tanah.
2) Contoh tanah tidak utuh ( disturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan kadar air tanah, tekstur tanah, konsistensi, warna, dan analisis kimia tanah.
3) Contoh tanah dengan agregat utuh (undisturbed soil agregate), digunakan untuk penetapan kemantapan agregat, pontesi mengembang dan mengkerut yang dinyatakan dengan nilai COLE (coofficient of linear extencibility). (penuntun dasar-dasar ilmutanah, 2009).
Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi, dan gravitasi. Air higrokopis adalah air yang diadsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Air kapiler merupakan air tanah yang ditahan akibat adanya gaya kohesi dan adhesi yang lebih kuat dibandingkan gaya gravitasi. Sedangkan air gravitasi adalh air yang tidak dapat ditahan oleh tanah, karena mudah meresap kebawah akibat adanya gaya gravitasi.
Secara fisik tanah mineral merupakan campuran dari bahan organik, bahan organik, udara, dan air. Bahan anorganik secara garis besar terdiri atas golongan fraksi tanah yaitu : paisr, debu, dan liat, masing-masing fraksi mempunyai ukuran dan sifat yang berbeda,. Tanah yang banyak nmengandung pasir akan mempunyai tekstur yang kasar, mudah untuk diolah, mudah merembeskan air dan disebut sebagai tanah ringan. Sebaliknya tanah yang banyak mengandung liat akan sulit meloloskan air, aerasi jelek, lengket dan sulit dalam pengolahannya sehingga disebut tanah berat.


VIII. KESIMPULAN

Pengambilan contoh tanah
Pengambilan contoh tanah merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam penelitian tanah khususnya dalam kegiatan survei dan pemetaan tanah. Contoh tanah yang diambil menjadi ”sample” atau mewakili (representiative) satuan-satuan tanah. Contoh tanah merupakan refleksi dari satu titik pengamatan yang diwakili hanya dengan beberapa kilogram tanah. Selanjutnya tanah yang hanya beberapa kilogram dari contoh tersebut dianggap mewakili wilayah yang luas hingga puluhan hektar atau km2.
Pengambilan contoh dilakukan setelah profil tanah dibuat dan telah dibersihkan dari lapisan paling atas ke arah bawah, namun horizon-horizon yang terlalu tipis atau terlalu heterogen, Horizon peralihan, tidak perlu diambil contohnya.



IX. DAFTAR PUSTAKA

• Sukartono, Inkorena G.S. 2008. Penuntun Praktikum Dasar-dasar Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Nasional. Jakarta

• Hardjowigero, Sarwono. 2000. “ILMU TANAH”. PT. Meddiyatama Sarana Perkasa. Jak Sarief Saifuddin.1998. “ILMU TANAH PERTANIAN”. Pustaka Buana. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar