Rabu, 17 Oktober 2012

“ KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN PADA BEBERAPA TANAMAN ”


SURVEI DAN EVALUASI LAHAN
“ KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN PADA BEBERAPA TANAMAN ”


DISUSUN OLEH :
NAMA      : PRASETYO SIAGIA
 NIM : D1A009112





AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012

PENDAHULUAN
Evaluasi kesesuaian lahan dapat didefinisikan sebagai suatu proses penilaian potensi atau kelas kesesuaian suatu lahan untuk tujuan penggunaan lahan tertentu. Cara menentukan kelas kesuaian suatu lahan adalah dengan membandingkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh tipe penggunaan lahan yang kemudian diterapkan sesuai dengan karakteristik lahan yang akan digunakan. Dengan demikian maka dapat diketahui tingkat/kelas kesesuaian lahan tersebut dengan tipe/jenis penggunaannya. Evaluasi kesesuaian lahan sangat penting peranannya dalam konteks sumberdaya lahan, selain dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan juga dapat menekan terjadinya kerusakan lahan dan lingkungan.
Evaluasi lahan untuk komoditas pertanian dan pertanian adalah penilaian potensi atau kelas kesesuaian suatu lahan untuk komoditas pertanian dan perkebunan tertentu. Oleh karena itu perlunya dilakukan evaluasi lahan sebelum menentukan atau memanfaatkannya sebagai lahan pertanian atau perkebunan. Dengan melakukan evaluasi lahan maka dapat meningkatkan nilai ekonomis dalam hal ini produktifitas hasil pertanian atau perkebunan. Karakteristik suatu lahan adalah faktor yang sangat berpengaruh pada evaluasi suatu lahan. Tabel berikut ini disajikan karakteristik lahan untuk evaluasi kesesuaian pada lahan kering menurut FAO (1983) dan Djaenudin et.al. (2003).















LANDASAN TEORI

Metode faktor pembatas
·         setiap sifat lahan/kualitas lahan disusun  mulai dari yang terbaik (pembatas paling rendah) hingga yang terburuk (terbesar penghambatnya)
·         masing-masing kelas, disusun tabel kreteria untuk penggunaan tertentu demikian rupa, shg faktor pembatas terkecil untuk kelas terbaik dan
·         faktor pembatas terbesar jatuh ke kelas terburuk
·         contoh: adalah metode  klasifikasi kemampuan lahan (klingebiel dan montgomery, 1961), evaluasi lahan fao (fao. 1976)
‘Kesesuaian Lahan’ lebih menekankan pada kesesuaian lahan untuk jenis tanaman tertentu. Dengan demikian klasifikasi kemampuan dan kesesuaian lahan akan saling melengkapi dan memberikan informasi yang menyeluruh tentang potensi lahan.
Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk pelaksanaan klasifikasi kesesuaian lahan, misalnya metode FAO (1976) yang dikembangkan di Indonesia oleh Puslittanak (1993), metode Plantgro yang digunakan dalam penyusunan Rencana Induk Nasional HTI (Hacket,1991 dan National Masterplan Forest Plantation/NMFP, 1994) dan metode Webb (1984). Masing-masing mempunyai penekanan sendiri dan kriteria yang dipakai juga berlainan. Metoda FAO lebih menekankan pada pemilihan jenis tanaman semusim, sedangkan Plantgro dan Webb lebih pada tanaman keras.
Pada prinsipnya klasifikasi kesesuaian lahan dilaksanakan dengan cara memadukan antara kebutuhan tanaman atau persyaratan tumbuh tanaman dengan karakteristik lahan. Oleh karena itu klasifikasi ini sering juga disebut species matching. Klas kesesuaian lahan terbagi menjadi empat tingkat, yaitu : sangat sesuai (S1), sesuai (S2), sesuai marjinal (S3) dan tidak sesuai (N). Sub Klas pada klasifikasi kesesuaian lahan ini juga mencerminkan jenis penghambat. Ada tujuh jenis penghambat yang dikenal, yaitu e (erosi), w (drainase), s (tanah), a (keasaman), g (kelerengan) sd (kedalaman tanah) dan c (iklim). Pada klasifikasi kesesuaian lahan tidak dikenal prioritas penghambat. Dengan demikian seluruh hambatan yang ada pada suatu unit lahan akan disebutkan semuanya. Akan tetapi dapat dimengerti bahwa dari hambatan yang disebutkan ada jenis hambatan yang mudah (seperti a, w, e, g dan sd) atau sebaliknya hambatan yang sulit untuk ditangani (c dan s). Dengan demikian maka hasil akhir dari klasifikasi ditetapkan berdasarkan Klas terjelek dengan memberikan seluruh hambatan yang ada. Perubahan klasifikasi menjadi setingkat lebih baik dimungkinkan terjadi apabila seluruh hambatan yang ada pada unit lahan tersebut dapat diperbaiki. Untuk itu maka unit lahan yang mempunyai faktor penghambat c atau s sulit untuk diperbaiki keadaannya.
Klasifikasi kesesuaian lahan dilakukan dengan melalui sortasi data karakteristik lahan berdasarkan kriteria kesesuaian lahan untuk setiap jenis tanaman. Contoh beberapa kriteria pertumbuhan tanaman dapat dilihat pada Lampiran 4. Kriteria tersebut dapat diperoleh dari FAO (1983 dan 1993), Webb (1984) dan Plantgro (1991).



Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi Sawah
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S2
S3

S3
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S3
S1
S1
-
-
-
S3
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
-
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3
-
S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0
-

Bahaya banjir                                   (b)
0
-

Kesesuaian lahan aktual
N2t, S3wrn
Kendala lain
wfp
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan yang dapat lagi diperbaiki adalah juga ketersediaan air dengan system irigasi denagn penurunan 2 tingakat s3 menjadi s1 dan media  perakaran yang membutuhkan pengolahan yang sedang untuk perbaikan nya dalam kedalamn efektif ( drainase tanah ) dapat diperbaiki dengan system irigasi kenaikan 2 tingkat s3 menjadi s1 .pada  hara tersedia dengan pemupukan dengan kenaikan 3 tingkat s3 menjadi s1 , dan lereng dengan pembuatan teras adalah sedang  dalam tingkat pengolahan nya .
Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi gogo
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S2
S2

S2
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

N1
S1
S1
-
-
-
N1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S2
-
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S2
-
S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0
-

Bahaya banjir                                   (b)
0
-

Kesesuaian lahan aktual
N2t, N1r,S3n
Kendala lain
Wfm
Kesesuaian lahan potensial
N2t,S2r

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan yang dapat lagi diperbaiki adalah juga drainase tanah dengan system irigasi dengan penurunan 2 tingakt N1 menjadi s2 dan perbaikan KTK tanah dan pH tanah  dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.

Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman jagung
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S2

S2
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
-
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3
-
S2
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3f
Kendala lain
twrfnm
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan perbaikan KTK tanah dan pH tanah  dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam perbaikan dengan pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bisa dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.


Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman sorgum (sorghum )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S2
S1

S2
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3

S2
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3n
Kendala lain
wfnm
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N1 ( tidak sesuai permanen ) dan yang dapat lagi diperbaiki adalah juga ketersediaan air dengan system irigasi dengan penurunan 1 tingakt s2 menjadi s1 dan perbaikan KTK tanah dan c organik  dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.

Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kedelai ( Soybean )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S3

S3
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S3
S1
S1
-
S3
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
-
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-


Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3

S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3wrn
Kendala lain
fm
Kesesuaian lahan potensial
N2t,S2w

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan yang dapat lagi diperbaiki adalah juga ketersediaan air dengan system irigasi dengan penurunan 1 tingakt s3 menjadi s2 dan perbaikan KTK tanah dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S3  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.

Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kacang hijau ( Phaseolus bean )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S1

S1
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-


Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3

S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3n
Kendala lain
fm
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan perbaikan KTK tanah dan c organik dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S3  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.


Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kacang Tanah ( Ground Nut )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S1

S1
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S2
S1
-
S2
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3

S1
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3n
Kendala lain
rfm
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan mediaperakaran ( kelas tekstur ) tidak dapat lagi diperbaiki. Perbaikan  KTK tanah dan c organik dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S3  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.

Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Ubi Jalar ( Sweet Potato)
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S1

S1
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S2

S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3n
Kendala lain
fnm
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan perbaikan KTK tanah dan corganik dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S3  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.


Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kentang ( White Potato )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


S3
S3
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S1

S1
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-


Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S2

S2
S2
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
S3t
Kendala lain
fnm
Kesesuaian lahan potensial
S3t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah S3 ( marjinal ) karena faktor cuaca tidak dapat diperbaiki lagi  dan perbaikan KTK tanah dan c organic dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S2  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.


Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Hui ( Yams )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S2

S2
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3

S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3n
Kendala lain
wfm
Kesesuaian lahan potensial
N2t

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan perbaikan KTK tanah dan c organic dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S3  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.


Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Talas ( Cocoyam / Taro )
Kualitas dan Karakteristik lahan
Nilai data
Rating
Kelas
Temperatur                                       (t)
·         Rata- rata tahunan              (0C)


13


N2
N2
Ketersediaan Air                             (w)
·         Bulan kering             (<75 mm)
·         Curah hujan tahunan        (mm)


3
1033

S1
S3

S3
Media perakaran                               (r)
·         Drainase tanah
·         Tekstur
·         Kedalam efektif                (cm)
·         Gambut
ü  Kematangan
ü  Ketebalan              (cm)

Baik
Lempung berdebu(SiL)
81
-
-
-

S1
S1
S1
-
S1
Retensi hara                                      (f)
·         KTK tanah
·         pH tanah
·         C-organik                            (%)

12,25 (rendah)
6,05
0,61

S2
S1
S2
S2
Kegaraman                                       (c)
·         Salinitas                (mmhos/cm)

-

-

Toksisitas                                         (x)
·         Kejenuhan Al                     (%)
·         Kedalaman sulfidik           (cm)

-
-

-
-

Hara tersedia                                    (n)
·         Total N
·         P205
·         K2O

0,1( sangat rendah )
-
0,24( sangat rendah )

S3

S3
S3
Kemudahan pengolahan                  (p)
-
-
-
Potensi mekanisasi                       (s/m)
·         Lereng                                (%)
·         Batuan permukaan             (%)
·         Singkapan batuan               (%)

3
0
0

S2
S1
S1
S2
Tingkat bahaya erosi                        (e)
0


Bahaya banjir                                   (b)
0


Kesesuaian lahan aktual
N2t,S3wn
Kendala lain
fm
Kesesuaian lahan potensial
N2t,S2w

Pembahasan: bahwa dalam data ini faktor temperatur lah yang menjadi kendala utama yg mana adalah N2 ( tidak sesuai permanen ) dan yang dapat lagi diperbaiki adalah juga ketersediaan air dengan system irigasi dengan penurunan 1 tingakt s3 menjadi s2 dan perbaikan KTK tanah dan c organik dengan pengapuran dan penambahan bahan organic. Hara tersedia sangat mudah dalam pengolahan tanah nya dengan pemupukan yaitu dengan kenaikan kelas tiga tingkat S3  menjadi S1. Sedangkan untuk kelas kelerengan bias dinaikkan 1 tingkat dari s2 menjadi s1 dengan pengolahan sedang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar